SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI PUSKESMAS KEDUNGWARINGIN
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Promkes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Promkes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

KLINIK KONSULTASI BERHENTI MEROKOK

KLINIK KONSULTASI BERHENTI MEROKOK " HAMBARO "
( Faham Bahaya Rokok ) Puskesmas Kedungwaringin Kab. Bekasi.
Oleh  :  Qee Mookcream
( Hp 0813 11 123 567, 0857 11 123 567, 0858 11 123 567 ).

Di negara tercinta Indonesia, merokok sepertinya dianggap suatu kebiasaan ( gaya hidup ) yang biasa, hal tersebut bisa terlihat dari tingkah laku para perokok yang sangat tidak memperhatikan lingkungannya ketika mereka merokok, mereka merokok di sembarang tempat, di dalam rumah, di dalam kendaraan, di dalam kantor, di bandara, di terminal dan di tempat-tempat umum lainnya bahkan sering kita melihat para perokok merokok di tempat ibadah. Hal tersebut terjadi karena tidak semua perokok mengerti akan bahaya rokok dan  tingkat kepedulian mereka yang masih rendah terhadap orang sekitar mereka.

Untuk mensosialisasikan bahaya rokok, Dinas Kesehatan kab. Bekasi telah mendirikan 15 buah Klinik Konsultasi Berhenti Merokok  12 buah diantaranya di puskesmas. Puskesmas Kedungwaringin merupakan satu diantara 12 puskesmas tersebut.

Sejak berdiri pada bulan April 2011 sampai dengan bulan februari 2012 kunjungan ke klinik konsultasi berhenti merokok " HAMBARO " mencapai 102 orang. Pengunjung yang datang pada umumnya berkeinginan untuk berhenti merokok tetapi kesulitan dalam pelaksanaannya.   Dan  pelayanan yang diberikan di klinik ini selain konsultasi , terafi dengan obat juga pelayanan dengan terafi SEFT ( Spiritual Emotional Freedom Technic ). Dari 102 pengunjung yang berhasil berhenti merokok sebanyak 62 % , 20 % kembali lagi merokok dan sisanya tidak terevaluasi karena hambatan alat komunikasi.







Senin, 20 Februari 2012

THERAPY SEFT ( SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE ) UNTUK PEROKOK

THERAPY SEFT ( SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE )
 untuk PEROKOK.   Oleh : Qee Mookcream


       Banyak jalan ke Roma, pepatah tersebut mungkin dapat diterapkan kepada usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dalam membantu masyarakatnya yang kecanduan rokok.
       
       Untuk menyiasati  cakupan rumah tangga berPHBS agar naik, karena salah satu indikatornya yakni tidak merokok di dalam rumah selalu menjadi batu sandungan, Dinkes Kab. Bekasi  mengambil terobosan salah satunya adalah mendirikan 15 buah klinik konsultasi berhenti merokok 12 buah diantaranya di puskesmas dan pengelolanya dibekali dengan Therapy SEFT.


       Therapy SEFT sangat membantu dalam menangani perokok yang ingin melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap rokok. Hal ini terbukti dari jumlah kunjungan yang berkonsultasi dan menjalani therapy SEFT di Puskesmas Kedungwaringin, sejak aktif beroperasi pada bulan April 2011 sampai dengan bulan Desember 2011 tercatat 68 orang pengunjung dan yang berhasil berhenti total dari kecanduan rokok sebanyak 56 %, suatu pencapaian yang lumayan  mengingat dengan cara berhenti sendiri tanpa bantuan therapy SEFT  perokok sangat mendapat kesulitan.


        Dilihat dari segi pekerjaan yang berkonsultasi ke Klinik Konsultasi Berhenti Merokok  Puskesmas Kedungwaringin sangat beragam ada petani, PNS, pedagang, ibu rumah tangga, pamong desa, pengemudi beca serta buruh. Khusus untuk pengemudi beca terutama yang beroprasi di sekitar puskesmas karena mereka sebagian besar sudah berhenti merokok, Klinik Konsultasi Berhenti Merokok  Puskesmas Kedungwaringin memfasilitasi terbentuknya BeTaRo Community ( Komunitas Becak Tanpa Asap Rokok ).



      

Minggu, 19 Februari 2012

PERESMIAN KOMUNITAS BECAK TANPA ASAP ROKOK


PERESMIAN KOMUNITAS BECAK TANPA ASAP ROKOK 

 oleh : Qee Mookcream.

       Sudah biasa bila kita melihat sopir angkot, pengemudi ojek motor, abang becak ketika sedang menunggu penumpang sambil merokok.
       Ada yang luar biasa, pada tanggal 12 - 02 -2012 di sebuah pangkalan becak di depan Puskesmas Kedungwaringin, sekelompok pengemudi becak dengan bangga memproklamirkan diri membentuk sebuah komunitas yang mereka namakan " BeTaRo Community " ( Komunitas  Becak Tanpa Asap Rokok ). Sesuai dengan namanya mereka bukan hanya tidak merokok tetapi juga ikut mensosialisasikan bahaya merokok dengan memasang banner di depan becaknya.Hal ini tentu sangat membantu promosi kesehatan puskesmas dalam mensosialisasikan tentang bahaya rokok.